Pages

Minggu, 13 Februari 2011

Budidaya Lele sebagai Usaha yang Menguntungkan

Ikan lele yang sebagian orang sudah mengenalnya dengan menu pecelnya atau ikan bakarnya yang sering kita jumpai di warung makan, di tenda pinggir jalan, di restoran yang menyediakan menu ikan khususnya. Bisa bilang begini karena saya juga sering makan tidak kurang 1 minggu sekali waktu masih duduk menjadi mahasiswa di Yogyakarya. Tidak hanya sedikit orang yang jualan makanan pecel lele, namun sudah menjadi kebutuhan akan protein hewani yang dibutuhkan oleh mahasisawa. Harganya yang cukup terjangkau bagi saya, dengan uang jajan untuk satu porsi Rp. 5000,00 menjadi pilihan yang murah meriah, namun penuh akan gizi. Sebuah warung tenda pecel lele bisa membutuhkan 1 malam sekitan 10 Kg ikan lele segar. Harga per Kg lele di peternak/petani mencapai Rp. 11.000/Kg dan berbeda-beda dimasing-masing kota. Berapa jumlah tenda pecel lele? kemudian dikalikan dengan jumlah tenda pecel lele.. Luar biasa.. Sudah berapa Kg saja lele yang siap dikonsumsi dimalam itu. Tidak semua warung yang menjual ikan dapat memenuhi pasokan daganganya. Keterbatasan ini disebabkan oleh Modal Usaha, Bibit Lele, Teknologi pengolahan lahan, Cuaca, dan Pakan Pelet yang semakin mahal.

Dari cuplikan tulisan diatas, maka sudah beberapa bulan ini saya langsung terjun kedalam usaha/bisnis lele ini. Dengan dibantu oleh orang-orang yang senoir dibidangnya, seperti Om saya sendiri Edi Santosa, dan teman-temanya Pak Mislam, Pak Lalang, Mr Batak, Bapak saya sendiri pak Sis, Lik Ingam, dan yang lainya yang tidak satu persatu saya bisa sebutkan. Usaha ini saya rintis dari dasar 0 besar, dengan modal lahan dari kolam milik bapak saya, Thanks banyak. Sebelumnya kolam itu tidak pernah memelihara lele, namun yang dipelihara adalah gurameh, bawal, wader, nilam, patin. Dengan kepercayaan bapak kepada saya untuk merawat dan memelihara kolamnya, maka saya beranikan diri dengan memelihara benih lele dengan ilmu seadanya untuk coba-coba. Alasan pertama memelihara benih lele bagi saya adalah waktu produksi yang relatif singkat hanya 20-40 hari saja sudah masuk masa panen. Sementara jika dibandingkan dengan jenis ikan yang lain yang rata-rata 6-8 bulan waktu pemeliharaan.

Kolam dengan 7000 ekor lele 9/12 cm

Kolam Plastik, tempat benih-benih lele
Untuk percobaan saya yang pertama, saya depositkan/anggarkan dengan modal awal Rp.2.000.000,- untuk membeli benih ikan dan kebutuhan lainya. Modal yang masih kecil sebenarnya dibandingkan peternak lele yang sukses lainya khususnya di Desa saya.

Berikut ini ringkasan modal untuk 1 kolam dengan ukuran 10 x 8 meter kolam tanah.

Harga benih lele @Rp. 80 x 13000 ekor = 1.040.000,-
Harga pakan pelet @Rp. 207.000 x 2 karung = 414.000,-
Harga pupuk organik @Rp. 10.000 x 2 buah = 20.000,-
Harga obat/vitamin @Rp. 18.000 x 2 bungkus = 36.000,-
Lain-lain Rp. 100.000 = 100.000,-
Total biaya produksi = 1.610.000,-

Dengan perkiraan masa panen 20 hari, maka akan didapatkan hasil sebagai berikut dengan asumsi kehidupan benih lele 80 %.atau sekitar 10.000 ekor, berarti yang mati/dimakan temen lelenya 3000 ekor.

Keuntungan panen @Rp. 250 x 10.000 ekor = Rp. 2.500.000,- dikurangi dengan biaya produksi Rp. 1.610.000,-  adalah Rp. 890.000,-

Jadi, untuk 1 kolam tanah dengan ukuran 10 x 8 meter dapat diperoleh keuntungan Rp. 890.000 dalam waktu 20 hari. 

Harga ini adalah harga standar untuk peternak lele lokal saja, jika ikan hasil panen dijual ke luar kota, ex; Demak, Magelang, Jogja, Bekasi, dan Jakarta maka harganya lebih mahal.

Saya, Arfan dan Amah sedang duduk ditepi kolam terpal,
dan sebagai foto grafernya istri saya.
Faktor lain yang bisa mempengaruhi hasil keuntungan produksi pembesaran benih lele adalah cuaca dan nasib, atau keberuntungan tentunya. Lele dapat hidup dalam kondisi Oksigen yang minimum, namun rentan terhadap senyawa bakteri maupun kadah Ph air yang berubah-ubah akibat hujan/cuaca yang panas dan dingin. Kualitas air yang baik dapat mencegah terjadinya kematian masal benih-benih lele yang bisa menyebabkan kerugian bagi saya dan peternak lele lainya. Baru beberapa bulan usaha ini dah dikit-dikit ngerti lah...haha

Beberapa kolam terpal berisi ribuan benih lele

Foto Om Edi, yang sibuk memindahkan lele di karamba kolam
Sebenarnya ada cara lain yang bisa memperkecil modal usaha untuk peternak lele yang sudah dikatakan profesional, yaitu dengan menelurkan/membibitkan sendiri benih lelenya. Jadi, biaya yang dikeluarkan untuk membeli benih lele dapat dialihkan untuk ini. Namun, ilmu saya belum bisa sampi ketahap ini, pengetahuan saya dibidang ini adalah 100% tidak ada. Saya bukan lulusan Sarjana ilmu pertanian/pertenakan, namun sarjana Teknik Informatika, jika ditanya editing Video, Linux, Windows, Mikrotik, Server, DNS, Mail Server, Hacking, Forex, dan Ms Office saya bisa dan PEDE menjawabnya. Namun  kalo ditanya hal ini saya masih belum bisa jawab. ??? ckckc. Mulut komat kamit

Lele indukan yang siap bertelur/dikawinkan.
Jika kita mau berusaha, tentunya secara fokus dan optimis bisa. Yakin dengan yang Tuhan yang Maha Esa. Bukan menjadi hal yang tidak mungkin untuk mencapai kesuksesan, terutama dibidang Budidaya Lele.

1 komentar:

  1. SALAM kenal mas...
    saya juga baru belajar budidaya lele,tapi untuk pembesaran,mungkin lain waktu saya akan mencoba usaha pembenihan juga

    mulia-lele.blogspot.com

    BalasHapus